InJourney Airports melalui Bandara Sam Ratulangi Manado menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di bidang kesehatan dan pemulihan gizi bagi masyarakat Sulawesi Utara. Dua program utama tahun ini, "InJourney Airports Sehat" dan "InJourney Airports Pangan Berdaya", menyasar warga di Kota Manado dan Kabupaten Minahasa Utara. Bantuan pemulihan gizi diberikan selama 90 hari berturut-turut kepada 27 balita yang mengalami masalah gizi.
MANADO — General Manager Bandara Sam Ratulangi Manado Radityo Ari Purwoko menyatakan pihaknya terus memperkuat komitmen menjalankan TJSL melalui program di bidang kesehatan dan pemulihan gizi bagi masyarakat di wilayah sekitar bandara.
Program "InJourney Airports Sehat" diwujudkan lewat pelayanan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat di enam posyandu dan desa yang berada di wilayah kerja Puskesmas Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara.
Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya perusahaan mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada warga, khususnya mereka yang masih memiliki keterbatasan memperoleh pemeriksaan kesehatan.
Melalui program "InJourney Airports Pangan Berdaya", perusahaan memberikan bantuan makanan pemulihan gizi kepada balita yang mengalami masalah gizi, termasuk balita stunting dan balita yang berisiko stunting.
"Program pemulihan gizi tersebut dilaksanakan selama 90 hari berturut-turut atau tiga bulan," kata Radityo.
Program itu menyasar 27 anak, terdiri dari 15 anak di Kecamatan Mapanget dan Kecamatan Singkil, Kota Manado, serta 12 anak di wilayah Kecamatan Wori dan Kecamatan Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara.
Untuk wilayah Kabupaten Minahasa Utara, data penerima manfaat bersumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara. Sementara untuk wilayah Kota Manado, data diperoleh melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Manado.
Pada tahun ini, InJourney Airports menghadirkan dua program utama, yaitu "InJourney Airports Sehat" dan "InJourney Airports Pangan Berdaya".
Keduanya disebut sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi berkelanjutan perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat serta pemenuhan gizi anak-anak di Kota Manado dan Kabupaten Minahasa Utara.
PGS Airport Commercial Division Head Sigit Setyanggono menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan program TJSL tersebut.
"Kami sangat mengapresiasi dukungan dan kerja sama dari Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Pemerintah Kota Manado, Dinas Kesehatan, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, para tenaga kesehatan, kader, Camat, Lurah, Hukum Tua, serta seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya program ini," katanya.
Menurut Sigit, bantuan yang disalurkan melalui program TJSL bukan sekadar bentuk penyaluran bantuan perusahaan, tetapi wujud kepedulian dan tanggung jawab perusahaan untuk terus tumbuh bersama masyarakat.
"Kami berharap program yang berlangsung selama 90 hari ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi para penerima manfaat, khususnya anak-anak yang membutuhkan dukungan pemulihan gizi dan keluarga yang membutuhkan akses pelayanan kesehatan," ujarnya.
Ia menambahkan, persoalan kesehatan dan gizi membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, masyarakat, keluarga, dunia usaha, hingga pemangku kepentingan lainnya.
Keberadaan Bandara Sam Ratulangi Manado, lanjut Sigit, tidak hanya berfungsi sebagai pintu gerbang transportasi udara Sulawesi Utara, tetapi juga diharapkan menjadi bagian dari kehidupan dan perkembangan masyarakat di sekitarnya.
Ia berharap bantuan TJSL tahun 2026 dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya warga di wilayah sekitar bandara yang membutuhkan dukungan dalam memperoleh pelayanan kesehatan maupun pemenuhan gizi bagi anak-anak.