PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sam Ratulangi Manado memadamkan kebakaran rumput yang merambat ke sisi udara Runway 18 pada Selasa sekitar pukul 10.55 WITA. Enam kendaraan pemadam dari ARFF, Lanud, dan Pemkot Manado dikerahkan untuk mengendalikan api yang diduga masuk dari perbukitan luar perimeter akibat angin kencang.
MANADO — Kebakaran rumput di area luar pagar Bandara Sam Ratulangi Manado merambat ke sisi udara (airside) Runway 18. General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sam Ratulangi Manado Radityo Ari Purwoko menyebut api mulai terlihat sekitar pukul 10.55 WITA.
Informasi awal di lapangan menunjukkan api berasal dari area perbukitan di luar perimeter bandara. Angin yang cukup kencang diduga mendorong api masuk ke area perimeter hingga menyentuh rumput di sisi runway.
Petugas pemadam kebakaran bandara langsung bergerak melakukan pemadaman dan pengendalian api. Sejumlah kendaraan dikerahkan, terdiri atas dua unit kendaraan pemadam ARFF (Airport Rescue and Fire Fighting), dua unit dari Lanud, dan dua unit pemadam kebakaran Kota Manado.
"Hingga saat ini, api telah dapat dikendalikan secara bertahap," kata Radityo di Manado, Selasa.
Petugas masih melaksanakan proses pemadaman dan pendinginan (cooling down). Langkah itu untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi kembali menyala.
Proses penanganan diperkirakan masih membutuhkan waktu sekitar satu jam. Seluruh unsur terkait akan terus memantau kondisi area runway selama proses pendinginan berlangsung.
Belum ada laporan mengenai dampak kebakaran terhadap jadwal penerbangan atau fasilitas bandara. Pihak bandara belum merinci luas area rumput yang terbakar.