MANADO — Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Bitung, Aqil Ihsan, menyampaikan peringatan dini gelombang tinggi tersebut di Manado, Senin. Angin dominan bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan rata-rata antara 10 sampai 25 knots.
Kecepatan angin tertinggi berpeluang terjadi di perairan Kabupaten Kepulauan Minahasa Utara dan Perairan Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro). Kondisi angin itu dapat meningkatkan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.
Gelombang dengan tinggi antara 1,25 hingga 2,5 meter atau kategori sedang berpeluang terjadi di sejumlah kabupaten wilayah kepulauan dan perairan sekitarnya. Wilayah tersebut meliputi perairan Kabupaten Minahasa Utara, perairan Kabupaten Kepulauan Sitaro, perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe, perairan Kabupaten Kepulauan Talaud, dan Laut Maluku.
Peringatan dini ini berlaku hingga 9 Oktober 2026. Nelayan, operator kapal, dan warga yang melintasi rute antarpulau di lima perairan itu perlu memantau kondisi cuaca sebelum berlayar.
Aqil Ihsan berharap warga yang melakukan aktivitas di wilayah perairan dengan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter berhati-hati serta memperhatikan keselamatan pelayaran.
Wilayah kepulauan Sulawesi Utara memang bergantung pada transportasi laut untuk mobilitas sehari-hari, mulai dari distribusi sembako hingga perjalanan antar-kabupaten. Gelombang sedang di atas 1,25 meter biasanya sudah cukup mengganggu jadwal kapal cepat dan perahu nelayan kecil.
BMKG mengeluarkan peringatan ini sebagai bagian dari layanan informasi maritim rutin. Warga dapat memantau pembaruan cuaca melalui kanal resmi BMKG sebelum melakukan perjalanan laut.