Ekspor Sulut Tembus 848,70 Juta Dolar AS, Neraca Perdagangan Surplus 699,87 Juta

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 13:29:31 WIB
Kepala BPS Sulawesi Utara Watekhi menyampaikan neraca perdagangan Sulut surplus 699,87 juta dolar AS pada Januari–Agustus 2026.

Neraca perdagangan Sulawesi Utara mencatat surplus 699,87 juta dolar AS sepanjang Januari–Agustus 2026, naik 2,57 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ditopang ekspor yang mencapai 848,70 juta dolar AS, sementara impor melonjak 37,33 persen menjadi 148,83 juta dolar AS.

MANADO — Kepala Badan Pusat Statistik Sulawesi Utara Watekhi menyampaikan surplus dagang provinsi itu pada Januari–Agustus 2026 mencapai 699,87 juta dolar AS. Capaian tersebut naik 2,57 persen dari periode yang sama tahun 2025 yang tercatat 682,30 juta dolar AS.

Pendorong utamanya adalah ekspor yang menembus 848,70 juta dolar AS, tumbuh 7,34 persen dibanding Januari–Agustus 2025 sebesar 790,68 juta dolar AS. Sisi impor juga naik tajam 37,33 persen menjadi 148,83 juta dolar AS dari sebelumnya 108,38 juta dolar AS.

Surplus Bulan Agustus Naik Jadi 96,50 Juta Dolar AS

Pada Agustus 2026 saja, Sulut mencatat surplus 96,50 juta dolar AS. Angka itu lebih tinggi dibanding Agustus tahun sebelumnya yang surplus 64,19 juta dolar AS.

Watekhi menyebut kinerja bulanan ini memperkuat tren surplus yang sudah berjalan sejak awal tahun. "Pada periode Januari-Agustus 2026, neraca perdagangan Sulut sebesar 699,87 juta dolar AS naik sebesar 2,57 persen dari periode yang sama tahun lalu hanya 682,30 juta dolar AS," kata Watekhi di Manado.

Lemak dan Minyak Hewani/Nabati Masih Komoditas Andalan

Ekspor Sulut masih didominasi lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) senilai 613,76 juta dolar AS. Nilainya naik 9,37 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.

Di sisi impor, bahan bakar mineral (HS 27) menjadi komoditas terbesar dengan nilai 85,33 juta dolar AS. Angka itu naik 5,61 persen dari periode sebelumnya.

AS Jadi Tujuan Ekspor Terbesar, Malaysia Pemasok Impor Utama

Amerika Serikat mencatat lonjakan ekspor paling signifikan, mencapai 186,57 juta dolar AS atau naik 308,80 persen dibanding Januari–Agustus 2025. Posisi ini menjadikan AS tujuan ekspor terbesar Sulut.

Sementara Malaysia menjadi negara asal impor terbesar dengan nilai 60,05 juta dolar AS. Nilai impor dari Malaysia itu naik 28,52 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Lonjakan impor dari Malaysia dan kenaikan impor bahan bakar mineral menjadi catatan tersendiri di tengah surplus yang tetap terjaga. BPS Sulut belum merinci proyeksi neraca perdagangan hingga akhir 2026.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: manado.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top