Feslit 2026 Digelar di Manado, PPLSU dan Dinas Perpustakaan Sulut Perkuat Budaya Literasi

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 13:28:01 WIB
Ketua Umum PPLSU Standius Bara Prima berbicara dalam Festival Literasi Sulawesi Utara (Feslit) 2026 di Manado, Minggu.

Festival Literasi Sulawesi Utara (Feslit) 2026 digelar di Manado sebagai wadah penguatan budaya literasi dan ruang apresiasi penulis lokal. Kegiatan hasil kolaborasi Putra Putri Literasi Sulawesi Utara (PPLSU) bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Sulut itu menyasar perluasan akses masyarakat terhadap karya penulis daerah.

MANADO — Ketua Umum Putra Putri Literasi Sulawesi Utara (PPLSU) Standius Bara Prima menegaskan Feslit 2026 menjadi wadah penguatan budaya literasi sekaligus ruang apresiasi bagi para penulis lokal di Sulawesi Utara. Acara puncak berlangsung di Manado, Minggu.

Standius berharap kegiatan tersebut memperluas akses masyarakat terhadap karya-karya penulis daerah. Selain itu, Feslit 2026 diarahkan mendorong tumbuh minat membaca dan menulis di kalangan warga.

Kolaborasi PPLSU dan Dinas Perpustakaan Sulut

Feslit 2026 merupakan hasil kolaborasi PPLSU bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Utara. Kolaborasi itu menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem literasi melalui kegiatan yang melibatkan penulis, pegiat literasi, serta masyarakat.

Menurut Standius, kehadiran generasi baru PPLSU menjadi energi tambahan untuk memperluas kampanye literasi. Program tersebut nantinya diarahkan ke berbagai kalangan, termasuk sekolah dan perguruan tinggi, guna mendorong budaya membaca, menulis, dan menghasilkan karya.

"Feslit 2026 sebagai wadah penguatan budaya literasi sekaligus ruang apresiasi bagi para penulis lokal di Sulawesi Utara," kata Standius.

Bincang Buku "Jalur Rempah Nusantara" Buka Rangkaian Acara

Rangkaian Feslit 2026 diawali dengan Bincang Buku bertajuk "Jalur Rempah Nusantara". Kegiatan itu menghadirkan penulis lokal Sulawesi Utara Ersyad Mamonto, pendiri Baca Di Tebet sekaligus pegiat literasi Wien Muldian, serta moderator Syafril Parasana.

Selain menjadi ruang diskusi, sesi tersebut menjadi kesempatan memperkenalkan karya dan gagasan para penulis kepada masyarakat. PPLSU bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Sulut mendorong gerakan literasi agar semakin masif dan berkelanjutan.

Kehadiran generasi baru Putra Putri Literasi diharapkan memperluas kampanye ke sekolah dan kampus. Tradisi menghasilkan karya berupa buku juga ingin dilanjutkan sebagai kontribusi nyata bagi perkembangan literasi di Sulawesi Utara.

Penulis Lokal Sulut Perlu Ruang yang Terhormat

Sekretaris PPLSU Faradila Bachmid mengatakan Feslit tidak hanya berfokus pada kegiatan literasi. Ajang itu juga memberikan kesempatan kepada penulis daerah untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.

"Ini juga adalah langkah kita untuk memfasilitasi penulis lokal Sulawesi Utara mendapatkan tempat yang nyaman dan terhormat di Festival Literasi Sulawesi Utara," kata Faradila.

Menjadi seorang penulis membutuhkan proses panjang sehingga karya yang dihasilkan penulis lokal perlu mendapatkan ruang untuk dikenal, dibaca, dan diapresiasi masyarakat. Sulawesi Utara memiliki banyak penulis yang telah menghasilkan karya dalam bentuk buku, dan potensi tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem literasi di daerah.

Standius menegaskan setiap generasi PPLSU tidak hanya menjadi penerus, tetapi juga bagian dari keluarga besar yang memiliki tanggung jawab menyuarakan pentingnya literasi di Sulawesi Utara.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: manado.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top