Gubernur Sulut Yulius Selvanus Sebut Sinergi Dorong 10.800 Rumah Dibedah hingga September 2026

Penulis: Edi Wahyono  •  Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:01:01 WIB
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus memaparkan capaian program perumahan di Manado, Sabtu.

MANADO — Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menyatakan pembangunan sektor perumahan di daerahnya tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur. Menurut dia, hasil pembangunan harus dirasakan langsung warga lewat hunian layak, lingkungan sehat, dan akses pembiayaan yang semakin terbuka.

Pernyataan itu disampaikan Gubernur di Manado, Sabtu, saat memaparkan capaian program perumahan di Sulut. Ia menekankan koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, dan pihak terkait menjadi komitmen bersama untuk menghadirkan Sulawesi Utara yang semakin maju, sejahtera, dan berkelanjutan.

10.800 Unit Rumah Dibedah hingga Akhir September 2026

Hingga 30 September 2026, sebanyak 10.800 unit rumah masyarakat di Sulawesi Utara mendapat dukungan program bedah rumah. Program itu menyasar peningkatan kualitas hunian agar lebih layak, sehat, dan nyaman ditempati.

Selain bedah rumah, sinergi pembangunan perumahan mencakup penyediaan fasilitas sanitasi. Sebanyak 81 unit fasilitas sanitasi telah dialokasikan, baik berupa pembangunan fasilitas baru maupun peningkatan fasilitas yang sudah tersedia.

44 Unit Rusun MBR Dibangun di Paniki, Manado

Di sektor hunian vertikal, pemerintah menyiapkan pembangunan 44 unit Rumah Susun bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (Rusun MBR). Rusun tersebut akan dibangun di kawasan Paniki, Manado.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menyediakan hunian yang layak dan lebih terjangkau bagi warga berpenghasilan rendah. Kehadiran rusun di kawasan Paniki diharapkan memperluas pilihan hunian bagi masyarakat kota.

FLPP Terealisasi 1.757 Unit dengan Pembiayaan Rp216 Miliar

Dukungan pembiayaan perumahan diperkuat melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Dari alokasi 14.845 unit, hingga 30 September 2026 telah terealisasi 1.757 unit dengan nilai pembiayaan mencapai sekitar Rp216 miliar.

Skema pembiayaan tersebut membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat memperoleh hunian dengan cicilan yang lebih terjangkau. Program ini menyasar warga yang selama ini terkendala akses kredit perbankan konvensional.

791 Debitur KPP Terealisasi, Ekosistem UMKM Ikut Terdampak

Sinergi sektor perumahan juga menyentuh pelaku usaha. Hingga periode yang sama, sebanyak 791 debitur Kredit Program Perumahan (KPP) telah terealisasi.

Realisasi itu turut mendukung pelaku usaha seperti toko bangunan, kontraktor, dan UMKM yang bergerak dalam ekosistem sektor perumahan. Gubernur menambahkan pembangunan perumahan tidak hanya bermanfaat bagi warga yang membutuhkan hunian layak, tetapi juga membuka lapangan kerja, memperkuat aktivitas usaha, serta mendorong perputaran ekonomi daerah.

"Pembangunan bukan hanya tentang menghadirkan infrastruktur, tetapi juga memastikan masyarakat merasakan langsung manfaat pembangunan melalui hunian layak, lingkungan sehat dan akses pembiayaan perumahan semakin terbuka," kata Gubernur.

Dengan capaian itu, pemerintah provinsi menargetkan sinergi lintas sektor terus diperkuat agar program perumahan menjangkau lebih banyak warga Sulut pada periode berikutnya.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: manado.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top