OJK Sulutgo Peringatkan Mahasiswa Manado Waspadai Investasi Bodong Bermodus Keuntungan Cepat

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21:41:31 WIB
Kepala OJK Sulutgo Robert Sianipar memberi imbauan kepada mahasiswa di Manado, Jumat.

Otoritas Jasa Keuangan Wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo mengingatkan mahasiswa di Manado agar tidak mudah tergiur tawaran investasi bodong yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Kepala OJK Sulutgo Robert Sianipar menyampaikan imbauan itu di Manado, Jumat, dengan menekankan pentingnya memahami produk keuangan sebelum menempatkan dana. Langkah ini bagian dari upaya memperluas literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda.

MANADO — OJK Sulutgo menyoroti maraknya tawaran investasi yang menjanjikan imbal hasil tidak wajar dan menyasar kalangan muda, termasuk mahasiswa. Robert Sianipar menilai pemahaman atas produk dan layanan keuangan menjadi kunci sebelum seseorang memutuskan berinvestasi.

Ciri Investasi Ilegal yang Harus Diwaspadai Mahasiswa

OJK menyebut beberapa tanda yang perlu dicermati: keuntungan yang tidak masuk akal, janji cepat kaya, dan desakan agar calon investor segera menyetorkan dana. Mahasiswa juga diminta tidak langsung percaya pada informasi investasi yang berseliweran di media sosial maupun aplikasi pesan.

Setiap tawaran, menurut Robert, wajib dicek legalitas dan kredibilitas penyelenggaranya lebih dulu. Produk keuangan yang aman adalah yang berada dalam pengawasan regulator sesuai ketentuan.

Pahami Risiko, Bukan Cuma Potensi Untung

Robert menekankan bahwa calon investor perlu mempertimbangkan risiko, bukan hanya potensi keuntungan. Pemahaman soal pengelolaan keuangan dinilai penting bagi mahasiswa agar keputusan finansial mereka lebih hati-hati.

"Mahasiswa dinilai perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai produk dan layanan keuangan sebelum memutuskan untuk berinvestasi," kata Robert.

Edukasi Keuangan Dilakukan Berkelanjutan

OJK Sulutgo menjalankan sejumlah program edukasi secara berkelanjutan untuk mendorong masyarakat mengelola keuangan dengan bijak. Edukasi itu juga diarahkan agar warga memahami risiko yang bisa muncul dari penggunaan produk dan layanan keuangan.

Robert berharap literasi keuangan yang meningkat membuat mahasiswa lebih kritis menghadapi tawaran investasi. Dengan memahami risiko dan memeriksa legalitas, generasi muda diharapkan memanfaatkan produk keuangan secara aman dan bertanggung jawab.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: manado.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top