SULAWESI UTARA — Lagu-lagu lawas era 80-an dan 90-an kembali ramai di TikTok dan Reels, membuat Gen Z ikut hafal di luar kepala. Fenomena ini membuktikan bahwa melodi dan lirik dari masa lalu punya daya tarik abadi yang melampaui generasi.
Musik era 80-an dan 90-an memang tidak pernah benar-benar hilang. Beberapa lagu bahkan cukup didengar intronya saja, pendengar langsung tahu judulnya. Berikut daftar lagu kenangan yang masih relevan sampai sekarang.
Lagu ini tidak pernah kehilangan pesonanya meski sudah berusia lebih dari lima dekade. Tema cinta pertama yang hilang masih terasa relevan bagi pendengar segala usia. Koes Plus berhasil menciptakan karya yang melampaui zamannya.
Dirilis tahun 1995, lagu ini membawa pendengar ke suasana patah hati yang mendalam. Suara merdu Dessy Ratnasari membuat setiap lirik terasa membekas. Hingga kini, "Tenda Biru" masih sering diputar ulang di berbagai platform musik digital.
Judulnya saja sudah menggambarkan nostalgia yang kental. Lirik "Sepanjang jalan kenangan, kita selalu bergandeng tangan" menjadi salah satu penggalan paling ikonik di musik Indonesia. Meski banyak dibawakan ulang, versi asli Tetty Kadi tetap yang paling diingat.
Koes Plus kembali masuk daftar lewat lagu yang mengajak pendengar merenung tentang ketidakpastian cinta. Nada santai yang diusung membuat lagu ini cocok untuk refleksi perjalanan asmara. "Kapan-Kapan" membuktikan bahwa kesederhanaan bisa jadi kekuatan.
Dirilis tahun 1979, lagu ini menjadi salah satu signature hit Fariz RM. Nuansa cinta yang lembut dan manis membuatnya digemari banyak kalangan. "Sakura" tetap jadi rujukan ketika membahas lagu romantis era lawas.
Lima lagu ini hanya sebagian kecil dari kekayaan musik Indonesia era 80-an dan 90-an. Setiap lagu membawa cerita dan kenangannya sendiri bagi pendengar. Cocok untuk menemani waktu santai sambil bernostalgia.