Kepolisian Daerah Sulawesi Utara membekali 80 pegawai negeri pada Polri (PNPP) yang akan memasuki masa purna dinas dengan pelatihan keterampilan di Aula Catur Prasetya Polda Sulut, Manado. Pelatihan yang dibuka Wakapolda Sulut Brigjen Pol Susetio Cahyadi, Selasa (29/9), menyasar bidang perdagangan, UMKM, dan perikanan sebagai bekal setelah masa dinas berakhir. Kegiatan itu melibatkan sejumlah mitra, termasuk BNI, ASABRI, Dinas UMKM Sulut, dan Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Tatelu.
MANADO — Pemetaan minat peserta menempatkan perdagangan, UMKM, dan perikanan sebagai tiga bidang yang dinilai paling potensial dikembangkan para PNPP setelah pensiun. Wakapolda Sulut Brigjen Pol Susetio Cahyadi menyebut pelatihan diarahkan agar peserta siap secara mental maupun keterampilan sebelum meninggalkan institusi.
"Pelatihan ini juga diarahkan untuk membantu para peserta mempersiapkan diri, baik secara mental maupun keterampilan. Berdasarkan pemetaan minat, bidang perdagangan, UMKM dan perikanan dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bekal setelah masa dinas berakhir," ujar Wakapolda.
Susetio menyampaikan empat hal yang perlu menjadi pegangan bagi pegawai yang memasuki purna dinas. Pertama, meninggalkan warisan atau legacy yang baik. Kedua, ikhlas menerima perubahan. Ketiga, memiliki kedamaian di hati. Keempat, tetap bermanfaat bagi banyak orang.
"Ada empat hal yang perlu menjadi pedoman, yaitu membuat legacy atau warisan yang baik, ikhlas menerima perubahan, memiliki damai di hati serta tetap bermanfaat bagi banyak orang," ujar Wakapolda.
Menurut dia, legacy tidak selalu berbentuk sesuatu yang besar. Kebaikan, keteladanan, pengalaman, dan nilai-nilai positif yang ditinggalkan selama bertugas maupun setelah kembali ke masyarakat sudah cukup menjadi warisan.
Dalam sambutannya, Susetio menegaskan masa mengakhiri dinas bukan titik akhir pengabdian seseorang. Justru sebaliknya, fase itu menjadi awal perjalanan dan kehidupan baru di tengah masyarakat.
"Masa mengakhiri dinas bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari perjalanan dan kehidupan baru di tengah masyarakat," kata Wakapolda.
Dia berharap peserta mampu mengelola waktu, tenaga, dan potensi yang dimiliki. Nama baik pribadi maupun institusi Polri juga harus tetap dijaga, termasuk dengan menjadi teladan di lingkungan tempat tinggal.
"Yang terpenting adalah bagaimana kita dapat menerima masa pensiun dengan ikhlas, tetap menjaga hubungan baik dengan keluarga dan masyarakat, memiliki kedamaian dalam hati, serta terus memberikan manfaat sesuai kemampuan yang kita miliki," katanya menambahkan.
Pelatihan ini melibatkan sejumlah pihak yang disebut Wakapolda berkontribusi pada kelancaran kegiatan. Selain BNI dan ASABRI, hadir Dinas UMKM Provinsi Sulawesi Utara, Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Tatelu, serta para narasumber.
Susetio menyampaikan apresiasi atas sinergi tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga membantu peserta mendapatkan gambaran nyata tentang peluang usaha yang bisa dijalankan setelah pensiun.
Kegiatan di Aula Catur Prasetya Polda Sulut itu dihadiri para Pejabat Utama Polda Sulut, narasumber, dan 80 peserta pelatihan.
Pesan terakhir Wakapolda menyasar soal produktivitas pascapensiun. Pengalaman dan kemampuan yang dimiliki selama bertugas dinilai bisa menjadi modal untuk melakukan hal-hal positif.
"Setelah pensiun, kita tetap harus produktif. Gunakan pengalaman dan kemampuan yang dimiliki untuk melakukan hal-hal positif, sehingga kehadiran kita tetap dirasakan dan memberikan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat," sebutnya.
Pembekalan ini diharapkan memberi gambaran dan motivasi kepada peserta agar tidak kehilangan arah saat memasuki masa pensiun.