Dokumenter Oasis Tayang 9 Oktober di Disney+ dan Hulu

Penulis: Dedi Supriadi  •  Senin, 28 September 2026 | 21:01:31 WIB
Dokumenter Oasis: Don't Look Back in Anger tayang perdana di Disney+ dan Hulu pada 9 Oktober.

SULAWESI UTARA — Disney resmi menetapkan tanggal tayang perdana dokumenter Oasis berjudul Oasis: Don't Look Back in Anger di Disney+ dan Hulu pada 9 Oktober. Film garapan penulis Peaky Blinders, Steven Knight, ini sebelumnya mencetak rekor sebagai dokumenter bioskop dengan pendapatan tertinggi di Inggris sepanjang 2026. Penayangan streaming itu datang hanya dua pekan setelah tiket rangkaian tur terbaru Oasis, termasuk sejumlah konser di Amerika Serikat, terjual habis.

Dokumenter yang menyorot reuni Liam dan Noel Gallagher ini sudah lebih dulu melakoni penayangan di bioskop. Judulnya kini bersiap menjangkau penonton yang lebih luas lewat dua platform streaming milik Disney tersebut.

Disney menyebut versi streaming akan dilengkapi rekaman eksklusif yang belum pernah ditayangkan. Materi itu menambah daya tarik bagi penggemar yang ingin melihat sisi lain di balik konser reuni band asal Manchester tersebut.

Sinopsis dan Isi Dokumenter

Oasis: Don't Look Back in Anger digambarkan sebagai kisah yang "tanpa malu-malu membangkitkan semangat" tentang peristiwa musik terbesar 2025. Film ini mengikuti perjalanan tur reuni Oasis Live '25 yang disebut sebagai salah satu comeback rock paling dinanti dalam beberapa tahun terakhir.

Sutradara Dylan Southern dan Will Lovelace memimpin produksi di bawah rumah produksi Magna Studios. Dokumenter ini memuat materi dari wawancara bersama yang jarang dilakukan kedua bersaudara Gallagher, plus liputan sejumlah konser yang tiketnya ludes terjual.

Steven Knight, pencipta serial Peaky Blinders yang mengaku penggemar berat Oasis, berperan sebagai penulis sekaligus pengembang proyek ini. Versi streamingnya diproduksi Magna Studios dan dipersembahkan Sony Music Vision bersama Sony Music Entertainment UK.

Capaian di Bioskop dan Reaksi Disney+

Sebelum melangkah ke streaming, film ini lebih dulu tayang di layar lebar. Hasilnya, Oasis: Don't Look Back in Anger menjadi dokumenter bioskop dengan pendapatan tertinggi di Inggris sepanjang 2026.

Angela Jain, Head of Content Disney+ EMEA, menyebut penayangan ini sebagai jawaban atas penantian panjang penggemar. Ia menegaskan rekaman eksklusif yang disertakan menjadi nilai tambah tersendiri.

"The great wait is over…as we now bring Oasis: Don't Look Back In Anger to as many people as possible through Disney+, and to be doing it with exclusive unseen footage too, is so exciting for fans," ujar Angela Jain. "The Oasis reunion has been one of our defining cultural moments of recent times. We have seen how the documentary has resonated with audiences around the world as they celebrate the power of Oasis and music through this evocative and moving reunion story."

Ia menambahkan, reuni Oasis tercatat sebagai salah satu momen budaya paling menentukan dalam beberapa tahun terakhir. Respons penonton di berbagai negara dinilai menunjukkan kuatnya cerita reuni tersebut.

Tim Kreatif di Balik Layar

Produksi ini melibatkan sejumlah nama teknis berpengalaman. Sam Bridger dan Guy Heeley bertindak sebagai produser, sementara jajaran produser eksekutif mencakup Kate Shepherd, Marisa Clifford, Davud Karbassioun, Rob Stringer, Tom Mackay, Krista Wegener, Thomas Benski, Isabel Davis, dan Tim O'Shea.

Untuk sisi teknis, tim ini diperkuat peraih Oscar untuk tata suara James Mather dan Tarn Willers, sinematografer Haris Zambarloukos, serta editor George Cragg dan Martina Zamolo. Proyek ini dipesan oleh Sean Doyle selaku VP Unscripted Content Disney+ EMEA.

Jadwal Rilis dan Konteks Tur

Penayangan pada 9 Oktober bertepatan dengan momentum penjualan tiket tur Oasis yang kembali diserbu penggemar. Sejumlah jadwal konser di Amerika Serikat termasuk dalam rangkaian yang tiketnya cepat habis itu.

Di sisi lain, Oasis baru saja tampil untuk pertama kali dalam pembuka dingin Saturday Night Live UK pada akhir pekan lalu. Dalam sketsa tersebut, kedua bersaudara Gallagher digambarkan sebagai mata-mata Rusia setelah nyaris meyakinkan Perdana Menteri Andy Burnham untuk bergabung dengan mereka.

Kombinasi penayangan streaming dan rangkaian tur membuat Oasis tetap menjadi salah satu nama paling aktif di peta musik global sepanjang tahun ini.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: deadline.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top