BITUNG — Wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya masih menjalani musim kemarau panjang, termasuk di Kota Bitung. Selain meminta warga waspada terhadap bahaya kebakaran, jajaran wakil rakyat mendorong Pemkot Bitung meningkatkan kewaspadaan dini menghadapi musim hujan yang akan datang.
Dorongan itu datang dari kader Partai NasDem, Alexander 'Nyong' Wenas, saat menyampaikan pendapat akhir Fraksi di Paripurna APBD-Perubahan tahun 2026. Ia menyoroti dua hal yang dinilainya perlu perhatian serius Wali Kota Bitung Hengky Honandar.
Nyong menyebut pusat kota menjadi titik yang paling sering terdampak saat curah hujan tinggi. Menurutnya, kondisi itu sudah berulang dan butuh penanganan sebelum musim hujan benar-benar tiba.
"Kita tau bersama Pusat Kota jika hujan lebat sering sekali menjadi langganan ketiban banjir di musim hujan dan di beberapa wilayah lainya dan ini Pak Wali wajib untuk diantisipasi secara dini," ujarnya.
Ia menilai antisipasi dini penting agar dampak banjir tidak meluas ke permukiman warga. Sejumlah wilayah lain di Kota Bitung juga disebut memiliki kerentanan serupa.
Selain soal banjir, Nyong menyoroti sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintahan Kota Bitung yang masih berstatus Pelaksana Tugas. Menurutnya, status itu tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
"Jangan sampai status Plt terus melulu diperpanjang. Untuk itu kami mengharapkan Kalau bisa di definitifkan saja pejabat yang sudah lama menyandang Plt," harap Nyong.
Ia menilai pejabat yang sudah lama menjabat sebagai Plt perlu segera ditetapkan secara definitif. Langkah itu dinilai penting agar roda pemerintahan dan pelayanan publik berjalan lebih pasti.
Peringatan soal banjir dan status pejabat Plt menjadi bagian dari pendapat akhir Fraksi NasDem dalam Paripurna APBD-Perubahan 2026. Keduanya disampaikan setelah pembacaan pendapat fraksi.
Pemkot Bitung belum memberikan tanggapan resmi atas dua permintaan tersebut. Warga menunggu langkah konkret pemerintah kota, terutama menjelang pergantian musim yang diperkirakan berlangsung dalam waktu dekat.