Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Utara memastikan Seleksi Kompetensi Dasar penerimaan calon taruna Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan berjalan transparan dan akuntabel. Seleksi dua hari, 23–24 September 2026, dipusatkan di Kantor Regional XI BKN Manado dengan sistem Computer Assisted Test. Pengawasan dilakukan mulai dari registrasi, verifikasi data, hingga penyegelan ruang ujian setelah sesi berakhir.
MANADO — Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjen Imigrasi Sulawesi Utara, Novly Momongan, menyatakan pengawasan tidak hanya menyasar pelaksanaan ujian, tetapi seluruh rangkaian prosedur yang dilalui peserta. Mulai dari registrasi, verifikasi data, penyimpanan barang, body checking, pemberian PIN peserta, hingga pelaksanaan ujian di ruang CAT.
Pernyataan itu disampaikan mewakili Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Sulawesi Utara, I Gusti Bagus Ibrahim. Menurut Novly, setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama mengikuti proses seleksi sesuai ketentuan yang ditetapkan.
Pada hari pertama seleksi, tim SDM Kanwil Ditjen Imigrasi Sulawesi Utara sebagai panitia daerah bersama tim SDM Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sulawesi Utara menyiapkan sarana dan prasarana. Pemeriksaan kelengkapan administrasi peserta juga dilakukan pada tahap yang sama.
Pelaksanaan seleksi turut dipantau Wakil Direktur Poltekimipas BPSDM, Intan Nurkumalawati, Plt. Kabid Penegakan Hukum dan Kepatuhan Internal, Hendrik Rompis, serta Kepala Kantor Regional XI BKN Manado, Akhmad Syauki.
Pada sesi keempat hari pertama, sebanyak 12 peserta mengikuti SKD. Komposisinya, 4 peserta Politeknik Pemasyarakatan dan 8 peserta Politeknik Imigrasi.
Setelah pelaksanaan hari pertama berakhir sekitar pukul 17.30 WITA, ruang ujian disegel oleh unsur BKN, Kementerian Keuangan, serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Penyegelan menjadi bagian prosedur pengamanan dan pengendalian untuk menjaga integritas pelaksanaan seleksi.
Hari kedua seleksi mendapat perhatian langsung dari Kepala Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia, Prof. Zudan Arif Fakrulloh. Ia hadir memantau proses seleksi di Kantor Regional XI BKN Manado.
Kehadiran pimpinan BKN memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan seleksi, khususnya memastikan proses berjalan sesuai standar dan mekanisme yang ditetapkan.
"Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan dengan menjunjung tinggi kejujuran, kedisiplinan, dan integritas. Proses seleksi yang baik harus dimulai dari nilai-nilai tersebut," ujar Novly.
Seleksi calon taruna dan taruni bukan sekadar tahapan penerimaan. Proses ini menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi muda yang nantinya berkontribusi pada pelaksanaan tugas pemerintahan di bidang keimigrasian dan pemasyarakatan.
Kanwil Ditjen Imigrasi Sulawesi Utara menyatakan komitmen mendukung penerimaan sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, profesional, dan memiliki semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.