SULAWESI UTARA — Atlet MMA Indonesia Vallensia Fahira Hotmauli pulang membawa medali perunggu Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah takluk 0-3 dari wakil Thailand, Kanjutha Phattaraboonsorn, di semifinal kelas -54kg putri. Kekalahan itu menjadi yang kedua bagi petarung asal DKI Jakarta tersebut dari rival yang sama di panggung multievent.
Vallensia tiba di Tanah Air pada Rabu (23/9/2026) dengan satu medali perunggu dan satu catatan yang belum tuntas. Format pertandingan Asian Games memberikan medali kepada dua semifinalis yang kalah, sehingga langkahnya terhenti di babak empat besar.
Kanjutha lebih dulu menghentikan Vallensia di final SEA Games 2025. Di Aichi-Nagoya, petarung Thailand itu kembali menjadi penghalang dengan kemenangan 0-3.
Vallensia mengakui kekalahan lewat submission menjadi pukulan tersendiri. Ia menyebut pola pertarungan melawan Kanjutha seolah berulang.
"Terakhir saya kena choke, oh my God, ini kedua kali, kenapa tak bisa mengalahkan dia," cerita Vallensia setibanya di Tanah Air.
Atlet kelahiran 1999 itu sudah menyiapkan diri sejak melihat bagan pertandingan. Niatnya jelas: membuktikan diri mampu membalas kekalahan atas wakil Negeri Gajah Putih tersebut.
"Waktu lihat bagan sebenarnya enggak kaget (ketemu lawan ini), saya malah ingin menunjukkan. Tapi ya mungkin alam bawah sadar saya. Biasa kalau orang (pernah) kena kalah, jadi antara otak dan mental saya mungkin agak enggak sinkron di atas matras. Dari evaluasi kecil kayak kurang keluar semua (strateginya)," tuturnya.
Dari sisi fisik, Vallensia menilai power-nya belum cukup untuk menembus pertahanan Kanjutha. Catatan itu menjadi pekerjaan rumah jelang turnamen berikutnya.
"Kalau yang saya rasakan powernya masih kurang dan harus latihan lebih kuat lagi untuk next. Dari pelatih evaluasinya saya harus lebih percaya diri, mungkin saya ada sedikit ragu ketemu lawan itu," kata Vallen.
Keraguan menghadapi lawan yang sama berulang kali menjadi sorotan tim pelatih. Vallensia diminta membangun kepercayaan diri lebih tinggi sebelum kembali berlaga di kelas yang sama.
Vallensia tidak ingin terburu-buru mengejar revans. Ia memilih mematangkan diri dan turun kelas di event selanjutnya untuk menghindari pertemuan dini dengan Kanjutha.
Di GAMMA World Championship Desember mendatang, Vallensia turun dari -54kg ke 47kg putri. Sementara Kanjutha berpeluang tetap di kelas 52kg, sehingga keduanya tak akan bertemu di bagan.
"Di GAMMA enggak mungkin ketemu dia, dia tetap di 52kg. Tapi pasti ada waktunya. Tidak usah langsung buru-buru daripada kalah lagi. Lebih baik dipersiapkan lebih mantap lagi."
Meski menghindari pertemuan dini, target Vallensia tetap mengarah ke Kanjutha. Ia menyebut petarung Thailand itu sebagai incaran utama di masa depan.
"Targetnya tetap (lawan Thailand) ini jadi incaran. Soalnya (petarung) yang lain-lain masih bisa, kalau yang ini kayak masih penasaran saja begitu buat mengalahkan," tegasnya.
Vallensia mempersembahkan medali perunggu Asian Games 2026 untuk orang tua dan tim yang mendampinginya selama persiapan. Ia menyebut pencapaian itu tidak lepas dari dukungan mereka.
"Ini medali untuk ortu saya, teman-teman saya semua yang sudah bantu mempersiapkan saya, tanpa mereka tak mungkin saya ada di podium ini," tutup Vallensia.
Bagi Vallensia, perunggu Aichi-Nagoya bukan akhir perjalanan. Ia menyimpannya sebagai modal untuk membalas kekalahan atas Kanjutha pada waktu yang tepat.