IHSG Anjlok 1,69% ke 6.277, Asing Net Sell Rp671,63 Miliar di Pasar Reguler

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Rabu, 23 September 2026 | 08:34:31 WIB
IHSG ditutup melemah 1,69% ke level 6.277,04 pada perdagangan Selasa (22/9).

SULAWESI UTARA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,69% ke level 6.277,04 pada perdagangan Selasa (22/9), membalikkan posisi indeks yang sebelumnya bertahan di zona hijau. Tekanan jual datang dari hampir seluruh sektor, sementara investor asing membukukan net sell Rp671,63 miliar di pasar reguler. Pelaku pasar kini menanti keputusan BI rate yang diumumkan Rabu (23/9).

Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan 10 dari 11 sektor berakhir di zona merah. Sektor energi mencatat penurunan paling dalam, yakni 2,76%, diikuti tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar. Hanya sektor Consumer Cyclical yang mampu bertahan dengan kenaikan tipis 0,33%.

Di tengah tekanan indeks, sejumlah saham masih mencatat penguatan. AMMN naik 1,07%, ISAT menguat 4,33%, dan CUAN bertambah 2,15%. Sebaliknya, BYAN melemah paling dalam dengan penurunan 9,71%, disusul DSSA yang turun 4,39% dan BBRI terkoreksi 3,64%.

Asing Jual Tiga Hari Berturut-turut, Sektor Energi Paling Tertekan

Aksi jual investor asing berlangsung selama tiga hari perdagangan berturut-turut. Nilai net sell di pasar reguler mencapai Rp671,63 miliar, sementara di seluruh pasar posisinya tercatat Rp131,72 miliar. Saham-saham perbankan besar turut menjadi sasaran pelepasan.

Sentimen eksternal juga kurang mendukung. ETF EIDO terkoreksi 1,62% dan indeks MSCI Indonesia turun 1,54%. Dari bursa Amerika Serikat, pergerakan indeks berlangsung beragam: Dow Jones turun 0,36% ke 51.863, S&P 500 relatif tidak berubah di level 7.764, sedangkan Nasdaq naik 0,45% ke 27.244.

MEDC Cetak Laba US$275,32 Juta, Melonjak 796,52%

Di sisi kinerja emiten, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) membukukan pendapatan US$1,41 miliar pada semester I 2026, naik 23,35% dari US$1,15 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih perseroan melonjak 796,52% menjadi US$275,32 juta dari US$30,71 juta. Margin laba bersih meningkat menjadi 19,46% dari sebelumnya 2,68%.

Pertumbuhan ditopang kenaikan produksi migas yang mencapai 170 mboepd, naik dari 143 mboepd, dengan kontribusi gas sekitar 72%. Biaya kas produksi tercatat US$8,40 per boe, masih di bawah guidance US$10 per boe. Kontribusi entitas asosiasi dan ventura bersama berbalik menjadi laba US$124,11 juta dari rugi US$11,81 juta, dengan 83,93% atau US$104,17 juta berasal dari AMMN seiring beroperasinya smelter tembaga secara penuh.

MEDC mempertahankan target produksi migas 165-170 mboepd untuk sisa 2026, dengan target penjualan listrik 4.550 GWh. Guidance capex dinaikkan menjadi US$450 juta-US$475 juta untuk migas dan hingga US$50 juta untuk ketenagalistrikan, mendukung proyek Senoro Fase 2A dan Sakakemang.

SILO Akuisisi 14 Perusahaan Rumah Sakit Senilai Rp6,91 Triliun

PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) memperoleh persetujuan RUPSLB untuk mengakuisisi 14 perusahaan pemilik portofolio rumah sakit dari First Real Estate Investment Trust (First REIT). Nilai transaksi diperkirakan Rp6,91 triliun, setara 65,54% dari ekuitas SILO per 30 Juni 2026 yang tercatat Rp10,54 triliun.

Akuisisi berjalan bertahap: tahap pertama mencakup delapan perusahaan senilai Rp4,08 triliun, tahap kedua enam perusahaan senilai Rp2,83 triliun. Seluruh proses ditargetkan selesai pada 2027. SILO memperoleh fasilitas pinjaman sindikasi hingga Rp14,50 triliun dari BNI, CIMB Niaga, BCA, DBS Indonesia, MUFG Bank, dan HSBC, dijamin dengan aset properti rumah sakit yang menjadi bagian transaksi.

BSSR Bagikan Dividen Interim US$60 Juta, Yield 7,42%

PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) menetapkan dividen tunai interim I tahun buku 2026 sebesar US$60 juta atau setara Rp406,16 per saham. Keputusan diambil setelah perseroan mencatat laba bersih US$63,01 juta pada semester I 2026, naik 26,86% dari US$49,67 juta.

Dividen interim tersebut setara dividend payout ratio 95,22% dari laba bersih semester I 2026. BSSR mencatat saldo laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya sebesar US$190,13 juta. Pada perdagangan Senin (21/9), saham BSSR ditutup di Rp5.475 per saham, sehingga dividen interim setara dividend yield 7,42%.

Reporter: Cecep Sudrajat
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top