Pertamina MRS Putaran 4 Diikuti 108 Pembalap di Mandalika

Penulis: Boyke Sihombing  •  Senin, 21 September 2026 | 08:37:30 WIB
Pembalap melintasi lintasan pada Pertamina Mandalika Racing Series putaran ke-4 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, NTB, Sabtu (19/9/2026).

SULAWESI UTARA — Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) putaran ke-4 digelar di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (19/9/2026), dengan total 108 pembalap turun di delapan kelas. Ajang ini menjadi bagian dari pembinaan pembalap nasional sekaligus persiapan menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi. Sirkuit yang sama akan menjadi arena Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 pada 9–11 Oktober 2026.

Paragraf pembuka: Sebanyak 80 pembalap mengisi empat kelas utama MRS putaran ke-4, yakni National Sport 150 (NS150), National Sport 250 (NS250), Super Sport 600 (SS600), dan Indonesia Junior Talent Cup U-15 (IJTC). Sebanyak 28 pembalap lain berlaga di kelas pendukung Underbone 150 dan Junior Sport U-18. Kompetisi ini menjadi wadah bagi pembalap nasional untuk menambah jam terbang, mengasah kemampuan teknis, dan membangun mental bertanding di lintasan berstandar internasional.

Jenjang Pembinaan dari Kelas Junior

Pembalap asal Semarang, Irfan Hadiansah, menilai keberadaan kelas junior menjadi kunci pembinaan talenta muda Indonesia. Irfan telah mengikuti Pertamina MRS sejak 2024 dan merasakan langsung manfaat kompetisi berkelanjutan.

"Karena Pertamina Mandalika Racing Series juga punya kelas junior U-15. Itu pasti penjenjangannya untuk step up level yang lebih tinggi. Jadi ya sudah sangat bagus, semoga mempertahankan eksistensinya untuk terus dilaksanakan setiap tahun," ujar Irfan.

Ia berharap MRS terus berlanjut agar semakin banyak pembalap muda mendapat kesempatan mengembangkan kemampuan dan melangkah ke jenjang kompetisi berikutnya.

Regenerasi Pembalap Jadi Perhatian

Pembalap asal Lumajang, Jawa Timur, Chandra Hermawan, menyoroti pentingnya regenerasi pembalap Indonesia. Ia telah tiga tahun mengikuti Pertamina MRS dan menilai lintasan berstandar internasional memberi pengalaman berharga bagi pembalap muda.

"Harusnya anak-anak kecil ini sering balapan di sini, karena harus ada bibit tiap tahunnya. Bibit unggulnya itu harus terus dikembangkan," kata Chandra.

Chandra berharap MRS semakin maju dan melahirkan lebih banyak pembalap berkualitas. "Harapannya semoga makin maju dan semakin banyak rider-rider yang berkualitas. Semoga semakin jaya," tuturnya.

Ekosistem Motorsport yang Saling Terhubung

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, MRS menjadi salah satu bagian dalam membangun jalur pengembangan talenta balap Indonesia. Menurutnya, pembalap mendapatkan ruang untuk meningkatkan kemampuan teknis dan merasakan atmosfer kompetisi internasional.

"Melalui Pertamina Mandalika Racing Series, para pembalap mendapatkan ruang untuk menambah jam terbang, meningkatkan kemampuan teknis, membangun mental bertanding, sekaligus merasakan atmosfer kompetisi di lintasan berstandar internasional. Pengalaman ini penting sebagai bagian dari perjalanan mereka menuju jenjang yang lebih tinggi," ujar Baron.

Baron menegaskan dukungan Pertamina terhadap motorsport tidak berhenti pada penyelenggaraan kompetisi. Perusahaan mengarahkan dukungan untuk membangun ekosistem yang saling terhubung, mulai dari pembinaan talenta dan kompetisi nasional hingga panggung motorsport internasional.

"Pertamina ingin ikut membangun ekosistem yang memberikan ruang bagi talenta Indonesia untuk terus berkembang. Dari kompetisi nasional, para pembalap memiliki kesempatan meningkatkan kemampuan dan pengalaman sebagai bekal untuk melangkah ke panggung motorsport dunia," kata Baron.

Penutup: Pertamina Mandalika Racing Series menjadi bagian dari ekosistem motorsport yang terus dikembangkan di Pertamina Mandalika International Circuit. Dukungan terhadap kompetisi dan pembinaan talenta nasional berjalan beriringan dengan hadirnya ajang balap kelas dunia, termasuk Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top