SULAWESI UTARA — HUAWEI Pura X View resmi dikenalkan sebagai varian non-lipat dari seri Pura X, membawa layar OLED FHD+ berasio 16:9.5 yang lebih lebar dari standar video. Bodi lebar dan tipisnya dipakai Huawei untuk menampung baterai 7.000 mAh, dikombinasikan chipset Kirin 9030S, RAM 12GB, dan kamera utama 200MP. Perangkat ini menyasar pengguna yang mengutamakan produktivitas mengetik, membaca dokumen, dan konsumsi konten video.
HUAWEI Pura X View melengkapi lini Pura X dan Pura X Max yang lebih dulu hadir. Varian terbaru ini tetap mengusung pendekatan form factor tidak biasa, kali ini dengan layar lebar yang mengingatkan pada kejayaan ponsel qwerty ala BlackBerry. Bagi pasar yang jenuh dengan desain candybar seragam, langkah Huawei ini menawarkan alternatif nyata.
Meski tampil bongsor, bobot HUAWEI Pura X View hanya sekitar 201 gram. Angka itu tergolong ringan untuk ukuran flagship. Distribusi beratnya pun tidak menumpuk di modul kamera atas seperti kebanyakan ponsel modern, sehingga nyaman digenggam dalam waktu lama.
Bodi lebar membuat perangkat bisa dirancang lebih tipis dari flagship lain. Ponsel tetap tidak mengganjal saat masuk saku celana. Catatan kecilnya, bingkai tipis dengan finishing glossy membuat permukaannya licin saat diangkat dari meja datar. Casing pelindung jadi solusi praktis.
Keyboard virtual yang lebih luas memangkas risiko salah ketik. Mengetik memang paling optimal dengan dua tangan, tapi Huawei menyiapkan mode satu tangan pintar yang mendeteksi posisi tangan pengguna otomatis.
Untuk membaca dokumen, tabel, dan e-book, tampilan terasa lebih imersif. Komik digital makin hidup berkat warna kontras dan kemudahan membalik halaman lewat tombol power fisik. Konten video 16:9 atau format bioskop IMAX juga tampil maksimal dengan black bezel minim di atas dan bawah.
Field of view lebih luas memberi keunggulan visual vertikal saat memainkan gim aksi seperti Valorant. Ruang pelepasan panas di dalam mesin juga lebih lapang karena bodi besar, sehingga suhu ponsel terjaga dingin selama sesi panjang.
Proporsi layar uniknya cocok untuk mensimulasikan konsol klasik seperti Game Boy. Bagian atas dipakai sebagai layar game, bagian bawah sebagai tombol kontrol.
Konfigurasi tiga kamera belakang terdiri dari kamera utama 200MP, telefoto 50MP, dan ultra-wide 8MP. Sensor RYYB generasi kedua diklaim meningkatkan akurasi warna alami. Kamera depan 50MP menangani kebutuhan swafoto.
Baterai 7.000 mAh menjadi salah satu daya tarik terbesar. Kapasitas sebesar itu jarang ditemui di kelas flagship, dan pengisian cepat 66W via kabel atau 50W nirkabel memperpendek waktu tunggu.
Huawei belum memastikan apakah versi global HUAWEI Pura X View akan resmi dijual, termasuk untuk pasar Indonesia. Optimasi aplikasi populer di luar ekosistem HarmonyOS juga masih menjadi pertimbangan bagi calon pembeli di pasar global.
HUAWEI Pura X View cocok untuk pengguna yang mengutamakan layar luas untuk kerja dan konsumsi konten, plus baterai tahan lama. Bagi yang butuh ponsel ringkas satu tangan penuh, proporsi lebarnya justru bisa terasa mengganggu.