MANADO — Ratusan siswa SMA Negeri 3 Tuminting, Manado, mendapat pembekalan langsung dari Tim Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) PLN UP2D Suluttenggo. Mereka diajak memahami potensi bahaya listrik yang mengintai di sekitar rumah dan sekolah.
Materi yang disampaikan mencakup panduan penggunaan energi listrik secara aman. Siswa diedukasi untuk tidak bermain di dekat jaringan listrik, menjauhi alat listrik saat tangan dalam keadaan basah, serta melaporkan kondisi kabel atau tiang yang membahayakan.
“Kami ingin menginternalisasi budaya safety first kepada generasi muda. Siswa tidak hanya kita bekali untuk menjaga diri sendiri, tetapi juga didorong menjadi duta keselamatan yang mampu mengedukasi keluarga dan lingkungan sekitarnya,” ujar Usman Bangun di Manado, Selasa.
Manager PLN UP2D Suluttenggo Muhammad Ariamuddin menyebut program ini sebagai investasi jangka panjang. Menurutnya, edukasi sejak dini sangat krusial agar manfaat listrik bisa dirasakan optimal tanpa mengabaikan keamanan.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap materi yang disampaikan dapat membekali para siswa untuk lebih peka,” kata Ariamuddin.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab. Perwakilan Tim K3L PLN UP2D Suluttenggo Lady Langkay menambahkan, diskusi interaktif menjadi indikator tingginya kepedulian pelajar terhadap materi K3L.
PLN menargetkan dampak edukasi tidak berhenti di ruang kelas. Ketika para siswa mempraktikkan perilaku aman dan membagikan informasi ke orang terdekat, potensi kecelakaan listrik di masa depan bisa dicegah.
“Edukasi ini harus berdampak panjang. Kita sedang mencegah potensi kecelakaan listrik pada masa depan,” tegas Lady.
PLN UID Suluttenggo berkomitmen melanjutkan program serupa secara berkelanjutan untuk mewujudkan lingkungan yang aman dan bebas dari bahaya listrik di Sulawesi Utara.