SULAWESI UTARA — Direktur Utama PLN ES, Susiana Mutia, mengatakan kontrak ini bukan sekadar perpanjangan kerja sama administratif. Ia menyebutnya sebagai komitmen bersama untuk mendorong transformasi layanan kelistrikan yang lebih modern dan digital.
"Bagi kami, kerja sama ini bukan sekadar kelanjutan kontrak, melainkan wujud komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat keandalan sistem distribusi, serta mendukung transformasi PLN menuju layanan yang semakin modern, digital, dan berorientasi pada pelanggan," ujar Susiana dalam keterangan resmi, Kamis (16/7/2026).
Dalam pelaksanaannya, PLN ES mengerahkan 2.128 personel yang tersebar di 8 Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) dan 47 Unit Layanan Pelanggan (ULP). Mereka bertanggung jawab atas pemeliharaan 525 penyulang, 32 ribu kilometer jaringan tegangan menengah (TM), dan 34 ribu kilometer jaringan tegangan rendah (TR).
Total gardu distribusi yang dikelola mencapai sekitar 80 ribu unit. Infrastruktur sebesar itu menjadi penopang pasokan listrik bagi 7,1 juta pelanggan di wilayah Surakarta, Sukoharjo, Salatiga, Klaten, dan Purwokerto.
General Manager PLN UID Jawa Tengah, Bramantyo Anggun Pambudi, menekankan bahwa personel Yantek (pelayanan teknik) memegang peran krusial. Mereka adalah garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat saat terjadi gangguan atau pemasangan baru.
"Personel Yantek merupakan ujung tombak pelayanan kelistrikan yang berinteraksi langsung dengan pelanggan. Karena itu, kami berharap PLN Electricity Services terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat profesionalisme, serta memastikan setiap personel memberikan pelayanan dengan sepenuh hati," kata Bramantyo.
Ia menambahkan, peningkatan kompetensi personel menjadi faktor kunci agar respons terhadap gangguan listrik bisa lebih cepat. Dengan skema kontrak multiyears, kedua pihak punya waktu lebih panjang untuk merencanakan pelatihan dan peremajaan peralatan.
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya PLN Holding menjaga keandalan sistem kelistrikan di Jawa Tengah. Di tengah pertumbuhan permintaan listrik yang terus naik, keandalan distribusi menjadi syarat mutlak agar tidak ada pemadaman yang merugikan pelanggan rumah tangga maupun industri.