SULAWESI UTARA — Duel panas antara Inggris dan Argentina akan tersaji di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta. Laga ini menjadi ulangan pertemuan sengit kedua tim di fase gugur Piala Dunia sejak 1998, saat David Beckham harus menerima kartu merah kontroversial. Kini, The Three Lions mengincar tiket final Piala Dunia pertama mereka sejak 1966.
Pickford menegaskan timnya sudah berubah. Menurutnya, Inggris tidak lagi mudah terprovokasi oleh rivalitas historis dengan Argentina. "Saya kira kalian sudah melihat di sepanjang turnamen keinginan kami untuk memenangi tekel, kami tidak terlibat perkelahian atau apa pun," ujar Pickford seperti dilansir ESPN.
Kiper Everton itu menyebut catatan disiplin timnya menjadi bukti nyata. Sepanjang turnamen, Inggris hanya menerima satu kartu merah yang dialami Jarell Quansah. Tidak ada kartu kuning kedua atau hukuman tambahan lainnya yang membebani langkah mereka.
Pickford percaya pendekatan tenang justru membuat Inggris lebih dihormati. "Kami sudah sangat dihormati dalam olahraga ini. Entah keputusan berpihak kepada kami, atau tidak, kami hanya akan mengatur ulang, kami akan memulai lagi, dan biarkan sepakbola yang berbicara," tegasnya.
Ia menambahkan, mentalitas kompak dan fokus menjadi kunci utama. "Itu menunjukkan mentalitas yang kami miliki dan kami tidak terlibat dalam hal-hal seperti itu. Kami tetap fokus, kami tetap kompak," kata Pickford.
Pertemuan di semifinal nanti menjadi ujian terbesar bagi mentalitas baru Inggris. Argentina datang dengan status juara bertahan dan diperkuat Lionel Messi yang selalu tampil trengginas di turnamen besar. Namun, Inggris optimistis dengan pengalaman pemain seperti Harry Kane dan Jude Bellingham yang sudah sering bermain di laga-laga krusial.
Laga Inggris vs Argentina akan kick-off pada Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. Pemenang laga ini akan melaju ke final menghadapi pemenang semifinal antara Brasil dan Jerman.