MANADO — Pengecekan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari volume tangki penyimpanan hingga sistem barcode pada setiap nozzle pengisian. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pengawasan distribusi BBM bersubsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu.
Dalam sidak tersebut, personel Tipiter Polda Sulut menyasar sejumlah titik rawan di SPBU. Pemeriksaan pertama difokuskan pada kesesuaian volume BBM di dalam tangki dengan data yang tercatat. Petugas juga mengecek keakuratan alat ukur dan memastikan tidak ada pengurangan takaran yang merugikan konsumen.
Selain itu, sistem barcode pada setiap dispenser diperiksa secara detail. Barcode ini menjadi krusial karena berfungsi sebagai alat kontrol untuk memonitor setiap transaksi pengisian BBM, terutama untuk jenis BBM bersubsidi seperti Solar dan Pertalite.
Kegiatan pengawasan ini dilaksanakan untuk mengantisipasi praktik penyalahgunaan dan penimbunan BBM yang kerap terjadi di lapangan. Polda Sulut bersama instansi terkait berkomitmen menjaga distribusi BBM tetap lancar dan tepat sasaran bagi masyarakat Sulawesi Utara.
Pemeriksaan serupa akan terus dilakukan secara berkala. Langkah ini diambil sebagai bentuk tindak lanjut atas laporan dan informasi dari masyarakat terkait indikasi kecurangan di beberapa SPBU di wilayah Manado dan sekitarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai temuan pelanggaran berat dari hasil sidak tersebut. Namun, pihak Tipiter Polda Sulut memastikan akan menindak tegas jika ditemukan bukti kecurangan yang merugikan negara dan masyarakat.