BITUNG — Peresmian gedung markas baru itu ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Komandan Kodaeral VIII Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi. Kegiatan berlangsung pada Rabu (3/6/2026) dan turut dihadiri Komandan Sathantai Kodaeral VIII Kolonel Laut (P) Shodikin serta Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka.
Dalam sambutannya, Randito Maringka menegaskan bahwa perubahan nomenklatur dari Lantamal VIII menjadi Kodaeral VIII bukan sekadar pergantian nama. Transformasi ini juga mencakup perubahan Yonmarhanlan menjadi Sathantai yang dinilai sebagai upaya penguatan peran TNI AL dalam menjaga kedaulatan negara.
“Perubahan ini bukan hanya pergantian nama atau struktur organisasi, tetapi upaya untuk meningkatkan efektivitas, profesionalisme, dan kesiapsiagaan satuan dalam menghadapi tantangan pertahanan maritim yang semakin kompleks,” ujar Randito saat membacakan sambutan Wali Kota Bitung.
Menurut dia, langkah ini sangat relevan mengingat posisi kawasan timur Indonesia yang memiliki nilai strategis. Bitung, sebagai kota pelabuhan dan pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur, dinilai memiliki keterkaitan erat dengan keberadaan TNI Angkatan Laut.
Randito menyebutkan bahwa selama ini sinergi antara pemerintah daerah dan TNI AL telah berkontribusi menjaga stabilitas keamanan wilayah. Kerja sama itu juga mendukung aktivitas pelabuhan dan iklim investasi di Bitung.
“Atas nama Pemerintah Kota Bitung dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI Angkatan Laut yang terus menunjukkan dedikasi dan pengabdian bagi bangsa dan negara,” kata Randito.
Kehadiran markas Sathantai Kodaeral VIII diharapkan memperkuat sistem pertahanan maritim Indonesia, khususnya di kawasan timur. Turut hadir dalam peresmian tersebut Ketua Daerah Kodaeral VIII Gabungan Jalasenastri Republik Indonesia (GJK RI) Ny. Emy Poerwati Dery, unsur Forkopimda, serta sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan di Kota Bitung.